Salam perkenalan, aku
Hulu
Balang dari
Nusantara
Dari hujung belantara daku mengembara
Buka langkah tujuh zaman
sifat huru hara
Jangan hutang daras untuk
masa nanti muntah darah
Nadi ku gamelani,
nafas salut seruling
Sungai ku alirkan,
lantas sembuh keroping
Berbekalkan tujuh topeng,
hidup aku sunting
Ikut depan musim malam ku gier berpusing
Aku dalam aku, aku lawan aku
Tiga ro h dalam badan
mana satu aku
Berpaksakan lima waktu aku, masa aku
ikur rentak kairil dalam aku
wadah hantu, tafakur ku
diam di dalam hitam hujan
dengar suara kumbang
kerbang aku dengan
Tuhan
se jangkir ketenangan ku
hirup dengan perlahan,
kalau tertumpah sayang
seumur hidup malang
bulan kian mengambang, waktu malam
ku tandang, padang apa barang
mantra ku asah parang, sudah
bilang jangan pandang itu pantang larang
dah ku dalang -dalang diam
bukan calang -calang
Tersingkap nyelensa mata
bangkitnya sang burung hantu
Detik satu dua kel kato berlapar lampu
Tenung dari jauh barat kata jangan malu
Kamu lapar aku tapi aku lapar kamu
Tolong jadi goyang tandaku diundang
Tidak selidik batu siapa
saja kenal udang
Tanpa payung jangan pandai
-pandai redah hujan
Nota dalam ayat lihat siapa yang kecodang
Kau tum bang, dalam lubang,
gelap dan curang
Menyurang, tagung lecuk,
daging dan tulang
Ku su lang, kan senyuman,
ku gerak pulang
Kemenangan, ku julang,
kenal ku kunang -kunang
Ku direbuti,
dua alam yang dipisah hijab
Imajinasi, dia berlengikap,
dia dapat kulihat
Si mata hitam, putih mata,
tumbuh mentah kelabu
Baga ketiku silang,
takkan halakan mata kelabu
Dengarkan suara diri, bermakin gamat
Ku hampir selamat,
tapi tu belum muktamat
Tujuh ayat keramat di pahadanku amat
Biar langkah ku lambat janji sampai alamat
Puteri ketujuh bersemayam dimindah
Gogornya fitnah bersemadikan citra
Riwayat hidup semua dah dinukilkan
Pilih buta atau celik dalam alam
gunian
Terima